UMY Kukuhkan 119 Insinyur Baru, Tegaskan Pentingnya Etika dan Inovasi

UMY Kukuhkan 119 Insinyur Baru, Tegaskan Pentingnya Etika dan Inovasi

Smallest Font
Largest Font

YOGYA - Insinyur memiliki peran strategis dalam mempercepat transformasi teknologi nasional, terutama dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kemampuan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kontribusi signifikan dalam sektor infrastruktur dan industri menjadikan profesi insinyur sebagai pilar utama kemajuan bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Dr. Ir. Teguh Haryono, S.T., MBA., IPU., ACPE., ASEAN Eng., dalam acara Sumpah Profesi Insinyur Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang berlangsung pada Sabtu (17/5) di Ballroom Student Dormitory UMY. Kegiatan ini diikuti oleh 119 insinyur baru dari Program Profesi Insinyur UMY.

Dalam kuliah umum yang ia sampaikan, Teguh menekankan pentingnya inovasi teknologi tepat guna, terutama bagi sektor pertanian dan kelautan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Indonesia.

"Transformasi insinyur adalah bentuk nyata pengabdian kepada negeri. Indonesia butuh insinyur yang mampu merancang mesin tani dan kapal nelayan yang inovatif, efisien, dan terjangkau," ujarnya.

Ia menggambarkan peran insinyur sebagai "paruh lembing" dalam pembangunan nasional, yang merancang infrastruktur vital dan menciptakan solusi teknologi untuk berbagai sektor strategis.

"Insinyur harus diberi ruang lebih luas dalam pembangunan nasional. Mereka adalah motor penggerak dalam mewujudkan infrastruktur berkelanjutan, kemandirian industri, hingga mendukung ketahanan nasional. Tidak boleh hanya satu kelompok yang menentukan arah pembangunan negeri ini," tambahnya tegas.

Teguh juga menyoroti pentingnya profesionalisme dan integritas dalam menjalankan profesi insinyur, terlebih di tengah tantangan teknologi saat ini, seperti rendahnya tingkat penggunaan produk industri pertahanan dalam negeri.

"Insinyur bukan sekadar gelar, melainkan komitmen terhadap tanggung jawab profesi yang mengedepankan etika dan profesionalitas tinggi," imbuhnya.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag., turut memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Ia mengucapkan selamat kepada para insinyur baru dan mengingatkan pentingnya integritas dalam setiap karya yang dihasilkan.

"Beberapa kejadian seperti jembatan ambruk di Kalimantan Timur atau bangunan miring seperti Menara Saidah di Jakarta menjadi pelajaran penting. Saya yakin, Anda semua bukan perancangnya. Tapi itu menjadi pengingat bahwa integritas dan etika harus menjadi nilai utama dalam setiap karya insinyur," ujarnya.

Pengambilan sumpah ini menjadi tonggak awal bagi para insinyur baru dalam menapaki karier secara profesional dan berintegritas. UMY, melalui Program Profesi Insinyur, berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga menjunjung tinggi nilai etika dan tanggung jawab sosial, sebagai kontribusi nyata dalam pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow