UMY Jadi Mitra Strategis INTACT Taiwan dalam Pengembangan SDM Teknik dan Inovasi Industri
YOGYA - Sebagai upaya memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring kerja sama pendidikan tinggi di kawasan Asia, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) membuka peluang kolaborasi strategis dengan _International Talent Circulation_ (INTACT) Base, Taiwan. Melalui kunjungan dan sosialisasi program yang digelar di Gedung Pascasarjana UMY pada Kamis (30/10), kedua pihak membahas potensi sinergi antara dunia akademik, khususnya bidang teknik, dan sektor industri.
Inisiasi tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas jejaring antarnegara di Asia, terutama di bidang sains, teknologi, dan inovasi. Dalam konteks ini, kolaborasi antara UMY dan INTACT diharapkan menjadi langkah konkret menuju integrasi pendidikan regional yang saling menguatkan.
Hadir dalam kegiatan ini Andre So, Direktur INTACT Base Taiwan. Lembaga di bawah naungan Kementerian Pendidikan Taiwan (_Ministry of Education_/ MOE) ini berfokus pada pengembangan jejaring antara universitas di Indonesia dengan industri dan kampus di Taiwan melalui program unggulan INTENSE (_International Industrial Talents Education Special Program_).
Andre menegaskan bahwa INTACT tidak hanya berfungsi sebagai lembaga penyedia beasiswa, tetapi juga sebagai jembatan diplomasi pendidikan antara pemerintah, universitas, dan sektor industri di kawasan Asia.
“INTACT Base merupakan lembaga resmi bentukan Kementerian Pendidikan Taiwan yang menjadi penghubung antara universitas dan industri internasional. Kami tidak sekadar menawarkan beasiswa, tetapi membuka jalan bagi mahasiswa Indonesia untuk menjadi bagian dari sirkulasi talenta global,” ujarnya.
Program INTENSE menjadi bentuk nyata dari model kolaborasi yang disebut _university–industry linkage_, yakni sistem di mana proses pendidikan dan pelatihan tenaga profesional dilakukan secara simultan oleh kampus dan perusahaan. Melalui program ini, mahasiswa akan menempuh dua tahun pendidikan di Taiwan dan dua tahun bekerja di perusahaan mitra industri.
Andre menjelaskan bahwa model kerja sama seperti ini telah menjadi kebijakan strategis pemerintah Taiwan sejak 2023, dengan tujuan memperkuat industrial talent pipeline berbasis kolaborasi antarnegara di Asia.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknik UMY, Ir. Aris Widyo Nugroho, M.T., Ph.D., menilai kerja sama ini sebagai langkah penting untuk memperluas jaringan akademik UMY di kawasan Asia.
“Program INTACT ini merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa teknik UMY untuk menimba ilmu, memperoleh pengalaman internasional, sekaligus menatap karier global. UMY ingin memastikan mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga mampu bersaing di dunia industri Asia,” ungkap Aris.
Ia juga menambahkan bahwa UMY kini termasuk dalam 50 perguruan tinggi di Indonesia yang menjadi fokus kerja sama pemerintah Taiwan. Hal ini menjadi momentum strategis untuk mengembangkan kapasitas internasional mahasiswa, khususnya di bidang teknik dan teknologi.
Diskusi antara pihak INTACT dan pimpinan Fakultas Teknik UMY turut menyoroti berbagai potensi kerja sama lanjutan, seperti program _dual degree, joint research, serta pertukaran dosen dan mahasiswa dengan universitas mitra di Taiwan. Beberapa universitas yang telah membuka peluang kolaborasi di antaranya Chaoyang University of Technology dan Takung University, yang memiliki fokus pada pengembangan teknologi dan inovasi industri. (ID)
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow