Tidak Hanya BUMN, UMY Perluas Magang dan Penyaluran Tenaga Kerja ke Luar Negeri

Tidak Hanya BUMN, UMY Perluas Magang dan Penyaluran Tenaga Kerja ke Luar Negeri

Smallest Font
Largest Font

Yogyakarta - Tantangan pasar kerja global yang semakin kompetitif menuntut perguruan tinggi menyiapkan lulusan yang berkompeten, sekaligus menekan risiko mismatch antara kualifikasi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Daya saing yang dibangun pun tidak hanya di tingkat nasional, melainkan juga internasional.

Menjawab tantangan tersebut, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memperkuat kemitraan dengan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA), yang kini diperluas hingga ke ranah global.

Wakil Rektor Bidang Mutu, Reputasi, dan Kemitraan UMY, Ir. Slamet Riyadi, M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa internasionalisasi menjadi salah satu arah strategis UMY dalam menghadapi tantangan dunia kerja modern. Selain menggandeng BUMN dan perusahaan nasional, UMY kini membuka peluang magang dan penempatan kerja lulusan di berbagai negara.

“Kita sudah mulai mengirim mahasiswa untuk magang di Malaysia dan Taiwan. Ke depan, peluang kerja lulusan juga terbuka di Arab Saudi untuk bidang keperawatan, serta di Jepang untuk sektor teknik, manufaktur, dan logistik. Semua ini bagian dari upaya meningkatkan daya saing global lulusan UMY,” jelas Slamet saat ditemui pada Jumat (19/09).

UMY juga mendorong setiap program studi dan fakultas untuk aktif memperluas engagement dengan mitra yang relevan. Slamet menilai, setiap prodi memiliki karakteristik kompetensi tersendiri. Dengan keterlibatan langsung prodi, mahasiswa dapat memperoleh tempat magang atau praktik kerja lapangan (PKL) yang sesuai.

Di sisi lain, perusahaan juga memperoleh manfaat dari kontribusi mahasiswa sesuai bidangnya. Hal ini diyakini dapat menekan risiko mismatch setelah mahasiswa lulus.

UMY menargetkan sedikitnya sepuluh mitra aktif baru setiap tahun, baik nasional maupun internasional, yang siap menerima mahasiswa magang. Indikator keberhasilan inisiatif ini mencakup jumlah mahasiswa yang mendapatkan pengalaman kerja di mitra DUDIKA, serta tingkat serapan lulusan ke dunia kerja.

Saat ini, UMY telah menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan nasional dan internasional. Misalnya, BUMN seperti PT Telkom, hingga sejumlah perusahaan di Jepang yang siap menerima mahasiswa magang. Di tingkat kelembagaan, UMY juga melakukan penjajakan dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk penempatan lulusan keperawatan di Arab Saudi.

Slamet menekankan bahwa strategi memperluas pengalaman kerja sebelum lulus merupakan bagian penting untuk meningkatkan employability lulusan. Menurutnya, pengalaman magang internasional memberi dampak signifikan, tidak hanya pada keterampilan teknis sesuai bidang studi, tetapi juga pada soft skill global seperti kemampuan beradaptasi, komunikasi lintas budaya, hingga pemahaman etos kerja internasional.

“Data tracer study UMY menunjukkan rata-rata lulusan memperoleh pekerjaan dalam waktu tiga bulan setelah wisuda. Namun, kami menargetkan waktu tunggu kerja yang lebih singkat sekaligus peningkatan kualitas karier lulusan, termasuk dari sisi besaran gaji awal yang masih perlu ditingkatkan,” tegasnya.

Melalui kemitraan strategis dengan DUDIKA nasional maupun internasional, UMY berkomitmen menyiapkan sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di pasar kerja global. (ID)

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow