SURABAYA — Muhammadiyah terus memperkuat kontribusinya di bidang pendidikan dan kesehatan dengan memiliki 23 Fakultas Kedokteran yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Jumlah tersebut disebut menjadi yang terbanyak di kalangan organisasi keagamaan.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, mengatakan keberadaan fakultas kedokteran itu merupakan bagian dari pengabdian Muhammadiyah yang sejak berdiri pada 1912 bergerak berdasarkan nilai-nilai Islam, terutama semangat tauhid yang diwujudkan dalam pelayanan sosial.
“Saya kira di dunia ini tidak ada organisasi keagamaan yang punya Fakultas Kedokteran sebanyak Muhammadiyah ini,” kata Muhadjir dalam keterangannya pada Selasa (17/4) di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Surabaya.
Selain fakultas kedokteran, Muhammadiyah juga memiliki 163 Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) dan 129 Rumah Sakit Muhammadiyah-’Aisyiyah (RSMA). Seluruh lembaga tersebut berada dalam naungan badan hukum Persyarikatan Muhammadiyah.
Berdasarkan data 2026, dari 23 Fakultas Kedokteran yang dimiliki Muhammadiyah, terdapat tujuh Fakultas Kedokteran Gigi dan 16 program pendidikan dokter spesialis. Dari sisi mutu, dua Fakultas Kedokteran Gigi dan sembilan Fakultas Kedokteran telah meraih akreditasi unggul.
Fakultas-fakultas tersebut tersebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia, antara lain di Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, hingga Universitas Muhammadiyah Gorontalo dan Universitas Muhammadiyah Palu.
Muhammadiyah juga berencana menambah fakultas kedokteran baru di Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong, Papua Barat Daya. Jika terealisasi, kampus itu akan menjadi perguruan tinggi swasta pertama di Tanah Papua yang memiliki Fakultas Kedokteran.
Muhadjir menegaskan pengembangan pendidikan kedokteran merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah menyiapkan sumber daya manusia di bidang kesehatan sekaligus memperluas akses layanan pendidikan tinggi.
Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan konsistensi Muhammadiyah dalam mengembangkan amal usaha yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya pada sektor kesehatan dan pendidikan.