KTT Darurat Arab-Islam di Qatar Jadi Ujian Nyata Solidaritas Dunia Islam
Yogyakarta - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Darurat Arab-Islam yang digelar di Doha, Qatar, Senin (15/9), menjadi momentum penting bagi dunia Arab dan Islam untuk menunjukkan soliditas dalam merespons serangan Israel. Forum ini dinilai sebagai ujian apakah kecaman yang dilontarkan dapat berlanjut menjadi aksi nyata, atau hanya berhenti pada pernyataan politik.
Pakar Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sidiq Ahmadi, S.IP., M.A., menilai penyelenggaraan KTT ini mengirimkan pesan kuat, baik bagi dunia Islam maupun komunitas internasional.
“Tindakan Israel sama sekali tidak bisa ditoleransi lagi. Bahkan Qatar, yang selama ini berada dalam perlindungan keamanan Amerika Serikat, bisa diserang secara brutal. Jadi, reaksi besar dunia Arab dan Islam sangat wajar,” ungkapnya kepada Humas UMY, Selasa (16/9).
Menurut Sidiq, KTT ini bukan sekadar simbol politik, tetapi momentum untuk membuktikan apakah solidaritas Arab dan Islam dapat diwujudkan dalam langkah konkret. Selama ini, sejumlah negara Teluk berusaha mengakomodasi kepentingan AS, termasuk melalui normalisasi hubungan dengan Israel. Namun, serangan Israel ke Qatar memperlihatkan kerentanan keamanan yang nyata.
“Situasi ini bisa memicu evaluasi ulang kerja sama keamanan negara-negara Teluk dengan AS. Ketergantungan yang terlalu besar pada AS terbukti tidak menjamin perlindungan. Karena itu, mulai muncul wacana mencari mitra keamanan baru, termasuk membentuk militer bersama negara-negara Arab,” jelasnya.
Ia menambahkan, ancaman ekspansionisme Israel melalui wacana “Israel Raya” menjadikan isu keamanan sebagai kepentingan bersama negara-negara Arab, meski sebelumnya mereka kerap berbeda pandangan dalam urusan politik maupun ekonomi.
Sidiq juga menegaskan, Indonesia akan tetap konsisten mendukung Palestina melalui jalur diplomasi dan bantuan kemanusiaan.
“Indonesia memang tidak berada di kawasan yang langsung terancam Israel, tetapi memiliki amanat konstitusi serta sejarah panjang dalam mendukung Palestina. Itu yang harus terus disuarakan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa KTT ini setidaknya penting untuk memperkuat solidaritas internal dunia Arab dan Islam.
“Pesan utama yang harus sampai ke dunia internasional adalah mengakhiri standar ganda terhadap Israel. Dunia harus membuktikan apakah masih mau mempertahankan tatanan internasional, atau justru kembali ke era unilateralisme, di mana yang kuat bebas berbuat apa saja,” pungkas Sidiq. (Mut)
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow