Mahasiswa MPAI UAD Gelar Kajian Hadis tentang Puasa Asyura dan Tasu’a
YOGYAKARTA — Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) bertajuk “Puasa Asyura dan Tasu’a: Kajian Tematik Hadis tentang Pelaksanaan Puasa Muharram” di Masjid Islamic Center UAD, Ahad (14/6).
Kegiatan ini diikuti oleh jamaah masjid dan civitas akademika UAD, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap kajian hadis dan pengamalan ibadah sunnah. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa MPAI UAD untuk meningkatkan literasi hadis di tengah masyarakat, khususnya terkait puasa Asyura dan Tasu’a yang setiap tahun menjadi perhatian umat Islam saat memasuki bulan Muharram.
Melalui kajian ini, peserta diajak memahami secara lebih komprehensif dasar hukum, tata cara pelaksanaan, keutamaan, serta hikmah puasa Asyura dan Tasu’a berdasarkan hadis-hadis yang autentik.
Kegiatan diawali dengan tilawah Al-Qur’an dan pembukaan oleh moderator. Selanjutnya, materi kajian disampaikan oleh Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM DIY, Ustaz H. Ali Yusuf, S.Th.I., M.Hum., yang dikenal memiliki kompetensi di bidang studi hadis.
Dalam pemaparannya, Ali Yusuf menjelaskan berbagai hadis yang berkaitan dengan puasa Asyura dan Tasu’a, mulai dari latar belakang pensyariatannya, keutamaan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram, hingga pandangan para ulama mengenai pelaksanaannya. Ia menegaskan bahwa puasa Asyura memiliki nilai spiritual yang tinggi dan menjadi salah satu bentuk keteladanan dalam mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.
Selain membahas aspek normatif, Ali Yusuf juga mengulas sejumlah persoalan yang kerap ditanyakan masyarakat. Di antaranya mengenai hukum melaksanakan puasa Asyura tanpa didahului puasa Tasu’a, penggabungan niat dengan puasa sunnah lainnya, serta hikmah anjuran Rasulullah ﷺ untuk membedakan pelaksanaan puasa umat Islam dengan tradisi puasa yang dilakukan kaum Yahudi pada masa itu.
Penyampaian materi berlangsung secara dialogis sehingga peserta dapat memahami tema kajian secara lebih mendalam. Antusiasme jamaah semakin terlihat saat sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta aktif mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan praktik pelaksanaan puasa Muharram di lingkungan masing-masing.
Untuk mengukur efektivitas kegiatan, panitia menyelenggarakan pre-test sebelum kajian dimulai dan post-test setelah kegiatan berakhir. Evaluasi tersebut digunakan untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta mengenai hadis, tata cara pelaksanaan, keutamaan, serta hikmah puasa Asyura dan Tasu’a.
Melalui kegiatan ini, MPAI UAD berharap kajian tematik hadis tidak hanya memperkaya wawasan keislaman peserta, tetapi juga mendorong pengamalan sunnah Rasulullah saw. secara lebih baik dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, Masjid IC UAD diharapkan semakin menguatkan perannya sebagai pusat edukasi dan pembinaan umat yang aktif menyebarluaskan pemahaman Islam berdasarkan Al-Qur’an dan hadis yang autentik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow