ITBM Wakatobi Perkuat Mutu Pendidikan melalui Renstra dan Kurikulum Berbasis OBE

ITBM Wakatobi Perkuat Mutu Pendidikan melalui Renstra dan Kurikulum Berbasis OBE

Smallest Font
Largest Font

WAKATOBI — Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Wakatobi terus memperkuat kualitas pendidikan melalui penataan rencana strategis (renstra), pengembangan kurikulum, dan penjaminan mutu berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui workshop renstra dan kurikulum yang digelar di ITBM Wakatobi, Ahad–Senin (23–24/8). Kegiatan menghadirkan pemateri dari Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Fajar Junaedi, dan diikuti dosen serta pejabat struktural ITBM Wakatobi.

Workshop tersebut menjadi ruang penguatan kapasitas sivitas akademika dalam menyusun renstra dan kurikulum yang berorientasi pada capaian pembelajaran. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai evaluasi mutu serta strategi penerapan OBE dalam proses pendidikan tinggi.

Rektor ITBM Wakatobi, Arusani, menegaskan bahwa penguatan renstra, kurikulum, dan sistem penjaminan mutu merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas institusi.

“ITBM Wakatobi berkomitmen penuh meningkatkan kualitas pendidikan melalui adanya renstra, pengembangan kurikulum, dan penjaminan mutu yang berbasis OBE. Kami ingin menghasilkan lulusan yang kompeten, relevan dengan kebutuhan zaman, dan siap bersaing,” ujar Arusani.

Ia menambahkan, sepanjang 2026 ITBM Wakatobi juga telah mengikuti sejumlah kegiatan pendampingan bersama Rektor UMY Prof. Dr. Achmad Nurmandi dan Dr. Ahmad Sahide dari UMY.

“Pendampingan yang diberikan oleh UMY akan secara serius kami tindak lanjuti sebagai komitmen ITBM Wakatobi untuk menjaga kualitas di tingkat universitas maupun tiga program studi, yaitu Perikanan, Teknik Informatika, dan Kewirausahaan,” katanya.

Fajar Junaedi, yang juga Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) Madiun, menekankan pentingnya renstra sebagai arah pengembangan perguruan tinggi.

Menurutnya, renstra bukan sekadar dokumen administratif, melainkan menjadi navigasi bagi perguruan tinggi dalam menentukan arah pertumbuhan dan pengembangan institusi.

“Tanpa renstra, kampus seperti kapal yang berlayar tanpa peta dan kompas. Dengan renstra yang baik dan diimplementasikan secara konsisten, kampus memiliki peluang jauh lebih besar untuk tumbuh, relevan, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui workshop tersebut, ITBM Wakatobi diharapkan mampu menyelaraskan arah pengembangan institusi, kurikulum, dan standar pendidikan dengan kebutuhan industri serta masyarakat.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi ITBM Wakatobi sebagai perguruan tinggi yang terus meningkatkan mutu dan relevansinya di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kabupaten Wakatobi.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow