Israel Serbu Global Sumut Flotilla di Laut Internasional, Pakar UMY: Bentuk Genosida dan Penculikan Aktivis

Israel Serbu Global Sumut Flotilla di Laut Internasional, Pakar UMY: Bentuk Genosida dan Penculikan Aktivis

Smallest Font
Largest Font

Yogyakarta - Penyerbuan kapal Global Sumut Flotilla oleh Israel Defense Forces (IDF) di laut internasional memicu kecaman luas dari berbagai pihak. Flotilla yang membawa aktivis internasional tersebut sejatinya berangkat dengan misi kemanusiaan, yakni mengirimkan bantuan pangan dan obat-obatan untuk rakyat Gaza yang tengah menghadapi blokade. Namun, kapal sipil itu disergap dan sejumlah aktivis ditangkap, termasuk kapal terakhir yang masih berlayar Marinette pun ikut disergap. Pengepungan dari IDF tersebut juga disiarkan secara live melalui YouTube, saat kapal terakhir Marinette tengah menuju Gaza. 

Menurut Dr. Zain Maulana, S.IP., M.A., Ph.D., dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), serangan tersebut merupakan strategi Israel untuk melemahkan arus bantuan kemanusiaan ke Gaza. Ia menjelaskan, Global Sumut Flotilla lahir dari kepedulian masyarakat sipil global yang tergerak karena sikap pasif negara-negara besar. Aksi ini merupakan wujud solidaritas internasional terhadap Palestina, namun pada akhirnya harus berhadapan dengan kekuatan militer Israel yang kerap mengabaikan norma internasional.

“Global Sumut Flotilla muncul sebagai respons masyarakat sipil dunia terhadap situasi Gaza. Tapi sebenarnya penyerangan ini sudah bisa diprediksi, karena sejak awal Israel menutup semua akses bantuan. Mereka tidak mengizinkan jalur laut maupun darat dibuka, karena tujuan utamanya bukan perdamaian, melainkan mengosongkan Gaza. Ini yang saya sebut sebagai bentuk genosida, upaya sistematis untuk menghapuskan seluruh kehidupan di sana,” ujar Zain saat ditemui di Ruang Dosen HI UMY pada Jumat (3/10).

Ia menegaskan bahwa lokasi serangan di laut internasional memperburuk pelanggaran yang dilakukan Israel. Laut internasional merupakan wilayah bebas, tempat semua pihak berhak berlayar selama tidak membawa ancaman militer.

Flotilla yang hanya membawa bantuan kemanusiaan jelas tidak bisa dianggap ancaman. Dengan menangkap puluhan aktivis dari lebih 40 negara, Israel dinilai tidak hanya melanggar hak asasi manusia, tetapi juga melakukan tindakan penculikan terhadap warga asing di wilayah bebas.

“Kalau bicara hukum internasional, serangan ini jelas pelanggaran. Pertama, itu merupakan penculikan terhadap aktivis-aktivis dari berbagai negara karena terjadi di laut internasional. Kedua, misi flotilla ini murni kemanusiaan dan tanpa senjata, sehingga tidak ada alasan Israel untuk menggunakan kekerasan. Ketiga, dalam konteks Gaza sendiri, banyak pelanggaran lain seperti penggunaan kelaparan sebagai senjata, serangan ke rumah sakit, barak pengungsi, hingga penggunaan senjata terlarang. Semua itu sudah jelas dilarang dalam Konvensi Jenewa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Zain menyoroti lemahnya sikap negara-negara Eropa. Spanyol dan Italia yang sempat mengirimkan kapal perang untuk mengawal flotilla, akhirnya menarik armada mereka. Menurutnya, keputusan tersebut justru membuka ruang lebih besar bagi Israel untuk bertindak sewenang-wenang.

“Kalau negara-negara itu konsisten mendukung, tekanan terhadap Israel akan lebih kuat. Sayangnya, kepentingan politik dan diplomasi membuat negara-negara pro-Palestina memilih mundur, meski menuai protes keras dari warganya sendiri,” tambahnya.

Zain menekankan bahwa Indonesia perlu mengambil langkah lebih berani. Selama ini, Indonesia memang konsisten menyuarakan dukungan terhadap Palestina, namun situasi di Gaza menuntut tindakan lebih konkret daripada sekadar kecaman.

“Sebenarnya Indonesia bisa memainkan peran kepemimpinan global dengan menggandeng negara lain untuk mengawal masuknya bantuan kemanusiaan. Dengan kekuatan kolektif, Israel tidak akan mudah melakukan serangan seperti yang terjadi saat ini,” tegas Zain. (NF)

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow