Implementasikan Teologi Al-Ma'un, Mahasiswa Farmasi UHAMKA Berdayakan 10 Keluarga Dhuafa

Implementasikan Teologi Al-Ma'un, Mahasiswa Farmasi UHAMKA Berdayakan 10 Keluarga Dhuafa

Smallest Font
Largest Font

JAKARTA — Pembelajaran Kemuhammadiyahan di Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) tidak berhenti di ruang kelas. Melalui implementasi nilai-nilai Teologi Al-Ma'un, sebanyak 30 mahasiswa Kelas 4J berhasil memberdayakan 10 keluarga dhuafa di wilayah Jabodetabek melalui pemberian modal usaha produktif dan pendampingan ekonomi selama satu semester.

Program yang dibimbing dosen pengampu Eko Susanto, S.E.Sy., M.Si. ini mengusung pendekatan project-based learning yang mengintegrasikan pembelajaran dengan aksi sosial di tengah masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dibagi menjadi 10 kelompok yang masing-masing terdiri atas tiga orang. Setiap kelompok bertugas mencari, memetakan kebutuhan, sekaligus mendampingi satu keluarga prasejahtera secara langsung.

Tahapan program diawali dengan observasi lapangan untuk mengenali kondisi dan potensi penerima manfaat. Selanjutnya, mahasiswa menyerahkan bantuan kebutuhan pokok sebagai bentuk kepedulian awal sebelum bersama keluarga menyusun rencana usaha yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka.

Untuk mewujudkan program tersebut, para mahasiswa juga ditantang melakukan penggalangan dana (fundraising) secara mandiri selama lima pekan. Dana yang berhasil dihimpun kemudian disalurkan dalam bentuk modal usaha produktif pada 21 Juli 2026.

Sebanyak 10 keluarga dhuafa menerima bantuan modal beserta perlengkapan usaha untuk mengembangkan usaha mikro, seperti warung nasi uduk, aneka gorengan, hingga kedai makanan dan minuman ringan.

Salah seorang penerima manfaat, Ibu Tini dari Cilodong, Kota Depok, mengaku bersyukur atas pendampingan yang diterimanya.

"Alhamdulillah saya sangat bersyukur. Terima kasih kepada mahasiswa dan dosen UHAMKA yang sudah membantu saya membuka warung kecil. Bantuan ini bukan hanya memberi modal usaha, tetapi juga memberikan harapan baru bagi keluarga kami agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari," tuturnya.

Program tersebut juga memberikan pengalaman berharga bagi para mahasiswa. Penanggung Jawab Kelas 4J, Rissa, mengaku kegiatan itu mengubah cara pandangnya terhadap makna pembelajaran Kemuhammadiyahan.

"Awalnya kami mengira mata kuliah ini hanya berisi teori. Ternyata kami diajak berdiskusi langsung dengan keluarga dhuafa, menggalang dana dengan cara yang bermartabat, hingga melihat langsung bagaimana dana yang terkumpul berubah menjadi modal usaha. Pengalaman ini sangat mengubah cara pandang kami," ujarnya.

Sementara itu, dosen pengampu Eko Susanto, S.E.Sy., M.Si., menegaskan bahwa pembelajaran kemanusiaan harus melampaui aspek teoritis dan diwujudkan dalam aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.

"Melalui implementasi Teologi Al-Ma'un, mahasiswa diajak belajar menjadi bagian dari solusi. Kami ingin mahasiswa UHAMKA tumbuh menjadi kader intelektual Muhammadiyah yang tidak hanya unggul secara konsep akademik, tetapi sungguh-sungguh menghadirkan manfaat riil bagi umat," tegasnya.

Ke depan, model pembelajaran berbasis proyek sosial ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah-'Aisyiyah (PTMA) lainnya. Selain memperkuat kompetensi akademik, pendekatan tersebut dinilai mampu membentuk lulusan yang memiliki jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kemampuan memecahkan persoalan nyata di tengah masyarakat.

Melalui implementasi Teologi Al-Ma'un, Fakultas Farmasi UHAMKA menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga menghadirkan insan yang mampu menggerakkan perubahan sosial dan memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow