Generasi Muda ASEAN Didorong Jadi Kontributor Masa Depan Kawasan
YOGYAKARTA — Generasi muda ASEAN didorong untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga tampil sebagai kontributor aktif dalam menentukan arah masa depan kawasan. Di tengah tantangan geopolitik, ketidakpastian ekonomi, perubahan iklim, hingga pesatnya perkembangan teknologi, kepemimpinan, pemikiran kritis, dan partisipasi kaum muda dinilai menjadi modal utama bagi keberlanjutan ASEAN.
Pesan tersebut disampaikan Secretary-General ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA), H.E. Dr. Chem Widhya, dalam 26th AIPA Roadshow: Parliamentary Diplomacy and Youth Leadership in ASEAN yang digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin (29/6).
Chem Widhya menjelaskan bahwa negara-negara ASEAN kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari ketegangan geopolitik, ketidakpastian ekonomi, transformasi teknologi, perubahan iklim, hingga isu keamanan yang dampaknya melampaui batas negara.
"Banyak tantangan saat ini tidak berhenti di batas negara. Apa yang terjadi di satu kawasan dapat memengaruhi negara lain, bahkan seluruh dunia. Karena itu, jawaban ASEAN bukanlah konfrontasi, melainkan dialog dan kerja sama. Selama hampir enam dekade, ASEAN telah menunjukkan bahwa negara-negara dengan sejarah, budaya, sistem politik, dan tingkat pembangunan yang berbeda dapat bekerja bersama demi menjaga perdamaian, stabilitas, serta kesejahteraan bersama," ujarnya.
Ia menuturkan, upaya memperkuat kerja sama kawasan tidak hanya dilakukan melalui diplomasi antarnegara oleh pemerintah, tetapi juga didukung melalui parliamentary diplomacy yang dijalankan parlemen negara-negara anggota AIPA. Menurutnya, diplomasi parlemen berfungsi melengkapi diplomasi pemerintah dengan membuka ruang dialog, membangun kepercayaan, serta mencari solusi bersama atas berbagai persoalan regional.
Selain itu, parlemen memiliki peran strategis dalam memastikan aspirasi masyarakat tetap menjadi bagian dari proses pengambilan kebijakan. Melalui fungsi legislasi, pengawasan, dan representasi, parlemen dapat menjaga agar kebijakan publik tetap berpihak pada kepentingan masyarakat sekaligus memperkuat akuntabilitas pemerintahan di setiap negara anggota ASEAN.
"Kerja sama regional tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah. Dibutuhkan partisipasi lembaga yang mewakili suara, aspirasi, dan kepentingan masyarakat. Melalui parliamentary diplomacy, parlemen dapat membangun kepercayaan, memperdalam pemahaman, serta mencari solusi bersama terhadap berbagai tantangan yang dihadapi kawasan," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Chem Widhya juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pembangunan ASEAN. Saat ini, kawasan ASEAN memiliki lebih dari 224 juta penduduk berusia muda yang menjadi modal strategis bagi masa depan kawasan.
Karena itu, ia menegaskan bahwa generasi muda tidak boleh hanya diposisikan sebagai penerima manfaat pembangunan. Mereka harus menjadi aktor yang mampu menghadirkan gagasan, inovasi, dan kepemimpinan untuk menjawab berbagai tantangan regional.
"Kami tidak ingin generasi muda hanya menjadi penerima manfaat dari apa yang telah dibangun generasi sebelumnya. Kami ingin kalian menjadi kontributor aktif bagi kemajuan ASEAN mulai hari ini. Milikilah rasa ingin tahu, berpikir kritis, berintegritas, dan yang terpenting memiliki keberanian untuk menyampaikan aspirasi. Kepemimpinan tidak dimulai ketika seseorang menduduki jabatan publik, tetapi dimulai dari kemauan untuk berkontribusi kepada masyarakat," tegasnya.
Menutup pemaparannya, Chem Widhya menekankan bahwa masa depan ASEAN tidak hanya ditentukan melalui forum-forum resmi, seperti pertemuan para pemimpin negara maupun sidang parlemen, tetapi juga dibentuk di lingkungan akademik. Menurutnya, kampus merupakan ruang lahirnya gagasan, dialog, dan inovasi yang akan menentukan arah pembangunan kawasan di masa mendatang.
"Kampus adalah ruang bagi generasi muda untuk bertukar gagasan, mengembangkan pemikiran kritis, dan merumuskan solusi atas berbagai persoalan kawasan. Dari sinilah calon-calon pemimpin ASEAN masa depan dibentuk," pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow