Varian Baru Cacar Monyet Clade 1b Muncul di 42 Negara, Dosen UMY: Jangan Anggap Remeh Gejalanya

Varian Baru Cacar Monyet Clade 1b Muncul di 42 Negara, Dosen UMY: Jangan Anggap Remeh Gejalanya

Smallest Font
Largest Font

YOGYA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah memantau penyebaran varian baru cacar monyet (MPOX), yakni MPOX Clade 1b, yang dilaporkan telah terdeteksi di 42 negara. Meskipun Indonesia belum menemukan kasus varian ini, tingkat kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan, mengingat penyakit tersebut memiliki gejala awal yang mirip flu, sehingga sering diabaikan pada fase awal infeksi.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sekaligus Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS PKU Muhammadiyah Gamping, dr. Agus Widyatmoko, Sp.PD., M.Kes., menjelaskan bahwa varian Clade 1b memiliki karakteristik berbeda dari varian MPOX sebelumnya.

“Secara prinsip, semua orang bisa tertular. Namun kelompok rentan seperti lansia memiliki risiko gejala lebih berat atau pemulihan yang lebih lambat. Karena itu, perlindungan ekstra terhadap kelompok ini sangat diperlukan, terutama di lingkungan keluarga,” jelas dr. Agus, Rabu (5/11) secara daring.

Meski termasuk penyakit yang tidak ringan, dr. Agus menegaskan bahwa MPOX Clade 1b dapat ditangani dengan baik apabila pasien segera mendapatkan pengobatan yang tepat. Ia menambahkan bahwa penggunaan antibiotik khusus harus disesuaikan karena penyebab infeksi ini tidak memiliki dinding sel, sehingga tidak semua jenis antibiotik dapat bekerja efektif. “Ketepatan diagnosis dan terapi sejak awal sangat penting untuk mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Agus mengingatkan bahwa langkah pencegahan dasar seperti menutup mulut saat batuk, memakai masker ketika sakit, dan rutin mencuci tangan tetap menjadi benteng pertahanan utama untuk mencegah penularan melalui droplet. “Kebiasaan sederhana ini sering diabaikan, padahal sangat efektif dalam menekan risiko penularan penyakit menular, termasuk MPOX,” tambahnya.

Selain kesadaran individu, dr. Agus juga menekankan pentingnya kesiapan sistem kesehatan nasional dalam menghadapi potensi masuknya kasus MPOX Clade 1b dari luar negeri. Ia mendorong pemerintah untuk memperkuat kapasitas laboratorium diagnostik, sistem deteksi dini, dan mekanisme mitigasi lintas sektor.

“Kesiapan diagnostik sangat penting. Jika kasus pertama muncul, maka respons kesehatan masyarakat harus cepat dan terukur. Bahkan, jika memungkinkan, pemerintah sebaiknya memfasilitasi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan PCR khusus,” tutupnya. (NF)

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow