USM Paparkan Masa Depan Inovasi Kesehatan Berkelanjutan pada Penutupan 9th ICOSI UMY 2025
YOGYA - Penutupan rangkaian kegiatan The 9th International Conference on Sustainable Innovation (ICOSI) 2025 menghadirkan pemaparan inspiratif dari Profesor Dr. Kamarul Aryffin Bin Baharuddin, pakar kedokteran sekaligus ilmuwan terkemuka dari Universiti Sains Malaysia (USM). Dalam sesi daring yang diikuti ratusan peserta dari berbagai negara tersebut, Prof. Kamarul membawakan materi bertema “_Innovative and Sustainable Medicine: Shaping the Future of Healthcare_”, yang menjadi salah satu sorotan utama konferensi internasional ini.
Dalam briefing ilmiah yang berlangsung pada Kamis (11/12), Prof. Kamarul menegaskan bahwa masa depan layanan kesehatan global menuntut integrasi menyeluruh antara inovasi teknologi medis dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.
“Teknologi kesehatan tidak hanya harus canggih, tetapi juga bertanggung jawab, adaptif, dan membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta yang terdiri dari peneliti, akademisi, dan mahasiswa lintas disiplin.
Ia menyoroti sejumlah terobosan yang kini mengubah arah dunia medis, mulai dari _precision medicine_, kecerdasan buatan (AI), _telemedicine_, hingga _robotic surgery_. Prof. Kamarul juga menjelaskan pentingnya riset molekuler seperti metabolomik serta pengembangan teknologi berbasis aptamer yang semakin banyak digunakan dalam deteksi biomarker dan terapi presisi.
“Pendekatan personalisasi dalam dunia medis memungkinkan kita memberikan perawatan yang lebih tepat, cepat, dan efisien. Namun tantangannya bukan hanya ilmiah, melainkan bagaimana memastikan inovasi ini dapat diakses secara luas dan berkelanjutan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Prof. Kamarul menekankan keterkaitan erat antara kesehatan manusia dan kesehatan lingkungan melalui konsep _Planetary Health_. Menurutnya, keberlanjutan layanan kesehatan tidak dapat dipisahkan dari keberlanjutan ekosistem, mengingat kualitas lingkungan sangat memengaruhi ketahanan kesehatan masyarakat.
Dalam presentasinya, ia turut menampilkan sejumlah proyek unggulan USM, antara lain pengembangan kelulutomics, yaitu riset berbasis lebah kelulut _(stingless bee)_ yang mendukung ekonomi masyarakat sekaligus menghasilkan produk kesehatan, serta program edukasi kesehatan masyarakat _Community, Family and Case Study_ (CFCS).
“Di banyak daerah, kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi kondisi lingkungan. Ketika kita memperbaiki ekosistem, kita juga meningkatkan ketahanan kesehatan manusia,” pungkasnya. (Jeed)
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow