UMY Perkuat Kemitraan Global, Dorong Perdamaian dan Keadilan Internasional
Yogyakarta - Wakil Rektor Bidang Mutu, Reputasi, dan Kemitraan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ir. Slamet Riyadi, S.T., M.Sc., Ph.D., menyampaikan capaian UMY dalam mendukung SDGs 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Pada SDG 16, UMY berhasil menempati peringkat 601–800 dunia. Slamet menekankan kontribusi kampus dalam membangun masyarakat damai, inklusif, serta institusi yang transparan dan akuntabel.
“Kami memiliki lembaga konsultasi dan bantuan hukum yang memberikan layanan gratis kepada masyarakat, terutama kelompok marginal. Bahkan, kami terlibat dalam pendampingan kasus sampah di Piyungan dan konflik agraria di Wadas, Purworejo,” ujarnya dalam kegiatan Launching Sustainability Report 2024 UMY di Ruang Sidang AR Fachrudin A lantai 5, Jumat (26/9).
UMY juga menerapkan kebijakan kampus terbuka yang menerima mahasiswa dari berbagai negara, agama, dan latar belakang. Aspirasi mahasiswa disalurkan melalui forum reguler, mulai tingkat program studi hingga universitas.
“Kami terbuka atas masukan mahasiswa, dan mereka secara rutin melakukan public hearing untuk menyampaikan aspirasi kepada pengelola,” tambahnya.
Dalam bidang riset, UMY mengalokasikan Rp2,7 miliar untuk 126 penelitian terkait SDG 16. Topik riset meliputi keadilan internasional, hak asasi manusia, dan penguatan partisipasi publik, dengan kolaborasi peneliti dari Pakistan, Malaysia, hingga Bangladesh. Nilai-nilai perdamaian juga diintegrasikan ke dalam kurikulum seluruh program studi, sejalan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
UMY pun memiliki pusat studi strategis, seperti ASEAN Peace and Humanitarian Center serta Pusat Studi Keamanan Internasional, yang fokus pada penelitian dan advokasi isu perdamaian. Di bidang pengabdian masyarakat, terdapat 55 program dengan partisipasi dana publik mencapai Rp805 juta.
Sementara itu, pada SDG 17, UMY menempati peringkat 601–800 dunia berdasarkan Times Higher Education Impact Rankings 2024. Slamet menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
“Pembangunan berkelanjutan tidak bisa dilakukan sendiri. Kami bermitra dengan pemerintah, industri, masyarakat, hingga media, baik di dalam maupun luar negeri,” katanya.
UMY juga mencatat kontribusi signifikan dalam riset kolaboratif, dengan pendanaan Rp15 miliar dari internal dan Rp8 miliar dari eksternal.
“Ini bukti bahwa kemitraan riset kami sudah sangat kuat, bahkan hampir seimbang antara pendanaan internal dan eksternal,” jelas Slamet.
Kemitraan juga diwujudkan melalui program global degree, joint degree, inbound dan outbound exchange yang melibatkan mahasiswa dari berbagai negara. Dalam hal pengabdian, UMY melaksanakan 701 program dengan total dana Rp8,8 miliar dari internal dan Rp9 miliar dari eksternal.
“Kolaborasi multiheliks yang kami bangun menunjukkan bahwa UMY tidak hanya mengejar peringkat, tetapi juga berkomitmen memberi dampak nyata bagi dunia. Buktinya, ada 38 dokumen kebijakan yang merujuk pada publikasi UMY, bahkan dua paten kami telah diadopsi secara global,” pungkasnya. (Mut)
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow