UMY Cetak 18 Dokter Baru, Dorong Pendidikan Spesialis Hadapi Tantangan Kesehatan Indonesia

UMY Cetak 18 Dokter Baru, Dorong Pendidikan Spesialis Hadapi Tantangan Kesehatan Indonesia

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sistem kesehatan nasional dengan mencetak tenaga medis yang siap menghadapi tantangan besar. Ketimpangan distribusi tenaga medis dan meningkatnya permintaan untuk layanan kesehatan spesialis menjadi isu utama dalam dunia kedokteran Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Prof. Ir. Slamet Riyadi, S.T., M.Sc., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Mutu, Reputasi, dan Kemitraan UMY, dalam acara pelantikan dan pengambilan sumpah dokter baru di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY pada Rabu (28/1). Acara yang diadakan di Convention Hall Gedung Erwin Santosa RS PKU Muhammadiyah Gamping ini melantik 18 dokter baru, menjadikan total dokter yang telah diluluskan oleh UMY mencapai 4.278 orang.

Dalam sambutannya, Prof. Slamet menjelaskan bahwa meskipun UMY terus mencetak dokter umum, tantangan besar masih tetap ada, terutama dalam hal distribusi tenaga medis yang tidak merata.

"Pendidikan dokter spesialis menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan ini. Kami berkomitmen untuk memperkuat pendidikan spesialis agar pelayanan kesehatan di Indonesia lebih merata dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat," ujar Slamet.

UMY juga telah mendapatkan Surat Keputusan pendirian 10 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), sebagai langkah nyata dalam mendukung pengembangan tenaga medis spesialis yang dibutuhkan oleh sistem kesehatan nasional.

Lebih lanjut, Slamet menegaskan bahwa profesi dokter bukan sekadar pekerjaan, melainkan sebuah amanah yang harus dijalani dengan komitmen untuk terus belajar dan mengembangkan diri. "Sumpah dokter bukan hanya simbol kelulusan, tetapi juga awal dari perjalanan panjang dalam mengabdikan diri untuk kesehatan masyarakat," tambahnya.

Para dokter lulusan UMY diharapkan untuk tidak hanya menguasai ilmu kedokteran, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan etika profesi dalam praktik medis mereka. "Kami berharap para dokter baru ini dapat mengabdikan ilmu mereka dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi etika profesi, serta berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat," tutupnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow