UMY Bergerak untuk Sumatera: Lazismu Prioritaskan Bantuan Biaya Hidup Mahasiswa

UMY Bergerak untuk Sumatera: Lazismu Prioritaskan Bantuan Biaya Hidup Mahasiswa

Smallest Font
Largest Font

YOGYA - Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Lazismu UMY) resmi meluncurkan program penggalangan dana kemanusiaan untuk merespons bencana banjir di Sumatera. Dengan target minimal donasi sebesar Rp100 juta, Lazismu UMY menegaskan bahwa prioritas utama penyaluran bantuan akan difokuskan pada mahasiswa UMY yang terdampak, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Manajer Operasional Eksekutif Lazismu UMY, Rozikan S.E., M.Si., menjelaskan bahwa program penggalangan dana ini merupakan respons cepat tanggap bencana. Ia menilai bahwa meskipun perhatian publik umumnya tertuju pada wilayah bencana, dampak bagi mahasiswa sering luput dari perhatian.

“Kita sering kali fokus hanya pada lokasi bencana, padahal dampaknya sangat nyata bagi mahasiswa kita. Bisa jadi rumahnya hanyut, atau keluarganya menjadi korban. Karena itu, fokus bantuan akan kita arahkan kepada mahasiswa UMY yang terdampak,” ujarnya saat diwawancarai pada Rabu (3/12) di Kantor Lazismu UMY.

Agar bantuan tepat sasaran, Lazismu UMY telah menyurati seluruh fakultas untuk melakukan pendataan mahasiswa yang terdampak, baik dalam kategori ringan maupun berat. Pendataan dijadwalkan selesai pada Jumat (5/12), dan akan dilanjutkan dengan proses verifikasi pada hari Sabtu. Skema bantuan yang disiapkan meliputi beasiswa pendidikan serta biaya hidup (living cost) seperti bantuan konsumsi maupun tempat tinggal.

Program penggalangan dana sudah dimulai sejak Senin melalui kanal media sosial. Sementara itu, aksi penggalangan secara langsung di lingkungan kampus akan dimulai pada Jumat (3/12), termasuk menyambangi area lobi, ruang dosen, serta memanfaatkan momentum Wisuda UMY pada 10–11 Desember.

“Hingga saat ini donasi yang terkonfirmasi sudah sekitar Rp70 juta, meskipun belum seluruhnya cair karena ada yang masih diproses oleh fakultas. Target minimal kami tetap Rp100 juta,” tambah Rozikan.

Selain fokus pada mahasiswa internal UMY, Lazismu UMY juga mengajak seluruh elemen organisasi mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam penggalangan dana ini. Ke depan, Lazismu UMY berharap dapat memperluas cakupan bantuan tidak hanya bagi mahasiswa UMY, tetapi juga mahasiswa perguruan tinggi lain di wilayah DIY yang turut terdampak. Harapan ini merujuk pada pengalaman sebelumnya ketika Lazismu UMY membuka beasiswa living cost yang melibatkan 22 perguruan tinggi se-DIY. (FU)

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow