UAD dan UNJAYA Gelar Kick Off Inovasi Aloe Vera, Dorong Pemberdayaan Petani Lewat Transformative Learning

UAD dan UNJAYA Gelar Kick Off Inovasi Aloe Vera, Dorong Pemberdayaan Petani Lewat Transformative Learning

Smallest Font
Largest Font

BANTUL – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (UNJAYA) resmi memulai program Inovasi Produk Herbal Sehat Berbasis Lidah Buaya: Edukasi dan Automasi Proses Olah Panen untuk Pemberdayaan Petani melalui Pendekatan Transformative Learning. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Jama’ah Tani Muhammadiyah (JATAM) Sedayu dan Tim Penggerak PKK Kalurahan Argomulyo, Sedayu, dengan kick off perdana di kawasan Bulak Pacar, Pendopo Youh Farming, Argomulyo, Bantul pada Sabtu (20/9).

Acara dibuka dengan sambutan Kepala Desa Argomulyo, Bambang Sarwono, S.Si., Apt., yang menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan produk berbasis lidah buaya. Sambutan berikutnya disampaikan Ketua Tim PKM, Prof. Ir. Anton Yudhana, S.T., M.T., Ph.D. Ia menekankan pentingnya peran ibu-ibu PKK sebagai garda depan, serta mendorong pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam lidah buaya yang kelak bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Ketua PCM Sedayu, Heru Waseso, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, S.H., M.H., juga memberikan sambutan. Keduanya menekankan bahwa tantangan terbesar bukan pada ide, melainkan menjaga konsistensi dan semangat agar program bisa berkelanjutan. Mereka berharap program ini sukses dari sisi produksi, pemasaran, hingga menjadi gerakan masyarakat yang berdampak luas.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembagian kuesioner berisi 20 item untuk memotret pola pikir dan kesiapan peserta, khususnya ibu-ibu PKK, dalam menerima inovasi. Data ini akan menjadi pijakan dalam merancang strategi pemberdayaan yang lebih spesifik. Suasana semakin semarak saat sesi Achievement Motivation Training (AMT) bersama Imam, pengusaha sukses lidah buaya dari RamaVera, yang memotivasi peserta untuk berani menciptakan ide kreatif, mengambil peluang, dan memandang lidah buaya sebagai pintu menuju produk bernilai tambah.

PKM ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI melalui Program Pengabdian Pemberdayaan Kewilayahan Tahun 2025. Program akan berlangsung selama tiga tahun dengan agenda utama: pelatihan penggunaan kubah pengering lidah buaya, penyiraman berbasis IoT, pengolahan lidah buaya menjadi produk sehat dan kekinian, pelatihan packaging higienis, literasi digital, serta penguatan peran PKK berbasis transformative learning.

Puncak dari program ini adalah pembangunan Aloe Vera Village sebagai pusat pemberdayaan dan kemandirian masyarakat. Melalui kegiatan ini, UAD, UNJAYA, dan para mitra berharap dapat menumbuhkan semangat kebersamaan serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Sedayu dan sekitarnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow