RSV Picu Mengi hingga Pneumonia pada Bayi, Orang Tua Harus Waspada
YOGYA - Respiratory Syncytial Virus_(RSV) merupakan salah satu virus yang paling sering menyerang saluran pernapasan bayi dan balita. Pada kelompok usia ini, infeksi RSV dapat menimbulkan gejala mulai dari batuk pilek ringan hingga mengi yang menyerupai asma.
“RSV adalah virus yang paling banyak menyebabkan gejala mengi pada bayi dan anak di bawah dua tahun. Virus ini juga menjadi salah satu penyebab terbanyak _pneumonia_ pada anak. Sebagian besar kasus memang ringan, tetapi orang tua tetap perlu waspada apabila muncul tanda-tanda sesak,” jelas Dokter Spesialis Anak RS PKU Muhammadiyah Gamping sekaligus dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr. H. M. Bambang Edi Susyanto, Sp.A., M.Kes., pada Sabtu (29/11) secara daring.
Kerentanan bayi terhadap RSV tidak terlepas dari kondisi fisiologis mereka. Sistem imun yang belum matang membuat tubuh bayi lebih mudah diserang patogen.
Meskipun gejalanya sering menyerupai batuk pilek biasa, sebagian bayi dapat mengalami kondisi yang lebih berat. Selain itu, perbedaan antara RSV dan influenza kerap menimbulkan kebingungan di masyarakat. Banyak orang mengira keduanya sama, padahal penyebab dan tingkat keparahannya berbeda.
“Influenza penyebabnya berbeda, karena virusnya memang lain. Demam pada influenza bisa lebih tinggi dibandingkan RSV. Sebagian besar yang disebut ‘flu’ oleh masyarakat sebenarnya hanyalah _common cold_, yang kemungkinan besar disebabkan oleh RSV atau virus pernapasan lainnya,” terangnya.
RSV sangat mudah menular dalam aktivitas sehari-hari. Penularan dapat terjadi melalui _droplet_ dari batuk, kontak langsung, maupun benda yang terkontaminasi. Kondisi ini membuat bayi dan balita sangat rentan, terutama ketika berada di lingkungan yang terdapat anak lain sedang sakit.
Terkait penanganan, dr. Bambang menjelaskan bahwa RSV termasuk penyakit yang tidak membutuhkan terapi khusus karena dapat sembuh dengan sendirinya.
“RSV pada dasarnya adalah _self-limiting disease_, artinya dapat sembuh sendiri. Terapi yang diberikan lebih bersifat suportif,” ujarnya.
Namun, terdapat kelompok berisiko tinggi yang dianjurkan mendapatkan imunisasi RSV, seperti bayi prematur dengan berat lahir sangat rendah, anak dengan penyakit jantung bawaan, penyakit paru kronis, atau gangguan imun berat. Menurut dr. Bambang, anak dengan kondisi medis tertentu membutuhkan perlindungan tambahan untuk mencegah infeksi berat. (NF)
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow