Resmi Berlisensi BNSP, LSP UM Bengkulu Mulai Gelar Uji Kompetensi Mahasiswa

Resmi Berlisensi BNSP, LSP UM Bengkulu Mulai Gelar Uji Kompetensi Mahasiswa

Smallest Font
Largest Font

BENGKULU — Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) makin memperkuat komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja. Hal ini ditandai dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UMB resmi memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). 

LSP UMB memperoleh Sertifikat Lisensi BNSP Nomor BNSP-LSP-2797-ID yang diterbitkan di Jakarta pada 10 Juli 2026. Lisensi tersebut menandai dimulainya operasional penuh LSP UMB sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan.

Dengan lisensi tersebut, UMB tidak hanya membekali mahasiswa dengan ijazah akademik, tetapi juga membuka akses terhadap sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional dan mendukung kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Lisensi BNSP diberikan setelah LSP UMB dinyatakan memenuhi standar berdasarkan Pedoman BNSP 201 dan 202 versi 2014 serta Pedoman BNSP 210 versi 2017. Sertifikat tersebut berlaku hingga 10 Juli 2031.

Direktur LSP UMB, Andi Azhar, mengatakan perolehan lisensi BNSP merupakan langkah strategis universitas untuk meningkatkan daya saing lulusan. Menurutnya, seluruh perangkat kelembagaan telah dipersiapkan untuk memastikan pelaksanaan sertifikasi berjalan sesuai regulasi dan memenuhi standar yang ditetapkan.

“Lisensi dari BNSP ini adalah komitmen nyata UMB untuk memberikan jaminan kualitas bagi lulusan agar memiliki keahlian teruji yang siap bersaing di pasar kerja global,” ujar Andi Azhar, Rabu (19/8).

Pada tahap awal operasional, LSP UMB telah mendapatkan verifikasi untuk 11 skema sertifikasi yang mencakup berbagai bidang keahlian sesuai kebutuhan program studi di lingkungan UMB.

Pengembangan skema tersebut dirancang agar selaras dengan kebutuhan industri dan perkembangan dunia kerja. Dengan demikian, sertifikasi kompetensi diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Untuk mendukung pelaksanaan uji kompetensi, LSP UMB saat ini diperkuat oleh 24 asesor kompetensi yang telah memiliki sertifikasi dan lisensi resmi dari BNSP. Para asesor bertugas melaksanakan asesmen dan memastikan peserta uji memenuhi standar kompetensi sesuai skema yang diikuti.

Dengan beroperasinya LSP secara penuh, mahasiswa UMB kini dapat mengikuti proses sertifikasi kompetensi langsung di lingkungan kampus. Fasilitas tersebut diharapkan membuat mahasiswa memiliki nilai tambah ketika memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

Andi Azhar mengatakan LSP UMB menargetkan dapat memfasilitasi ratusan mahasiswa dalam setiap periode uji kompetensi. Langkah ini diharapkan turut meningkatkan kesiapan dan daya saing lulusan UMB di pasar kerja.

Keberadaan LSP berlisensi BNSP sekaligus memperkuat posisi UMB sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memastikan mahasiswa memiliki kompetensi yang teruji dan relevan dengan kebutuhan profesi. Dengan demikian, lulusan UMB diharapkan memiliki bekal yang lebih lengkap: ijazah sebagai bukti capaian akademik dan sertifikat kompetensi sebagai pengakuan atas keahlian profesional yang dimiliki.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow