Era Kerja Dinamis, Dosen UMY Tekankan Pentingnya Self-Value dan Multi-Skill

Era Kerja Dinamis, Dosen UMY Tekankan Pentingnya Self-Value dan Multi-Skill

Smallest Font
Largest Font

Yogyakarta - Perdebatan soal siapa yang lebih unggul antara pekerja generalis atau spesialis kembali mencuat di tengah dinamika dunia kerja modern. Dosen Pendidikan Bahasa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sekaligus pakar pengembangan karir mahasiswa, Puthut Ardianto, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa keduanya seharusnya berpadu, bukan dipertentangkan.

Menurutnya, pergeseran paradigma dari degree oriented ke skill oriented telah mengubah lanskap ketenagakerjaan secara signifikan. “Dulu, perusahaan sangat menekankan gelar akademik. Namun kini, mereka lebih membutuhkan individu dengan beragam keahlian, atau generalis,” jelas Puthut saat diwawancarai Humas UMY pada Kamis (18/9).

Perubahan ini, lanjutnya, didorong oleh tuntutan kemampuan adaptif paska pandemi COVID-19. Meski begitu, ia mengakui ada bidang-bidang tertentu seperti teknik dan kedokteran yang tetap memerlukan spesialisasi mendalam.

“Namun, data tracer study menunjukkan kesesuaian antara bidang ilmu dengan bidang kerja tidak lagi 100%. Artinya, mahasiswa harus siap bekerja di luar bidang yang mereka tekuni,” ujarnya.

Puthut menilai, solusi terbaik adalah mengintegrasikan keunggulan generalis dan spesialis. “Idealnya, kita punya satu keahlian utama sebagai fondasi spesialis, tetapi juga dilengkapi dengan keterampilan lain yang menunjang. Jadi, tidak hanya jago di satu bidang, tapi juga adaptif,” terangnya.

Konsep ini sejalan dengan program-program Kemendikbudristek seperti Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Magang Studi Independen Bersertifikat (MSIB) yang memungkinkan mahasiswa belajar lintas disiplin. UMY, kata Puthut, juga telah menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri dengan mendorong mahasiswanya mengembangkan multi-skill.

“Contohnya saya sendiri, dosen Pendidikan Bahasa Inggris yang juga menguasai desain grafis. Yang terpenting adalah memiliki jiwa adaptif, kreatif, rasa ingin tahu tinggi (curiosity), dan growth mindset,” ungkapnya.

UMY, lanjutnya, berupaya menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi lulusan. Kampus menghadirkan pemateri dari perusahaan maupun public speaker untuk memberikan seminar tentang keterampilan komunikasi, etika profesional, hingga wawasan industri.

Sebagai penutup, Puthut menegaskan bahwa kunci untuk menonjol di dunia kerja saat ini adalah membangun nilai diri (self-value). “Di era penuh tantangan dengan gempuran teknologi AI, mahasiswa harus adaptif, kreatif, tangguh, dan punya ciri khas yang membedakan dirinya,” pungkasnya. (Jeed)

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow