Dosen UAD Gagas Gerakan Bantul Bebas Sampah 2025 Dimulai dari Remaja
BANTUL — Dalam upaya mewujudkan visi Bantul Bebas Sampah 2025, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yaitu Ichtiarini Nurullita Santri, SKM., MPH., Ph.D, Khoiriyah Isni, SKM., M.Kes, Heni Trisnowati, Dr., SKM., MPH, dan Nurul Qomariyah, dr., MMedEd, bekerja sama dengan Posyandu Remaja Merah Putih 2 melaksanakan kegiatan “Gerakan Bersih Sampah Dimulai dari Remaja”.
Kegiatan pada hari Sabtu (14/6) yang diikuti oleh 25 remaja dan berlangsung di Dagan, RT 07 Timbulharjo, Sewon, Bantul ini bertujuan untuk meningkatkan peran dan kesadaran remaja terhadap pengelolaan sampah demi terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari.
Selain memberikan edukasi dan pendampingan, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk kompos dari sampah organik. Dalam sesi ini, para remaja diajarkan langkah demi langkah cara mengumpulkan, memilah, dan mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yang berguna.
Hal ini diharapkan dapat menjadi keterampilan dan kepedulian yang nantinya diteruskan dan diterapkan di keluarga masing-masing. “Dengan pendekatan yang melibatkan remaja secara langsung, diharapkan kesadaran dan kepedulian terhadap masalah sampah dapat terus ditumbuhkembangkan, sehingga visi Bantul Bebas Sampah 2025 dapat terwujud,” terang Ichtiarini selaku Ketua Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Melalui kegiatan “Gerakan Bersih Sampah Dimulai dari Remaja” ini, diharapkan para remaja dapat menjadi pelopor dan teladan di lingkungannya, mampu menggerakkan keluarga dan masyarakat sekitar untuk turut peduli terhadap pengelolaan sampah. Dengan peran aktif dan kesadaran yang terus dibangun, visi Bantul Bebas Sampah 2025 dapat tercapai demi terciptanya kualitas hidup yang lebih baik, sehat, dan harmonis bagi seluruh masyarakat Bantul.
Antusiasme dan partisipasi para remaja pada kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa generasi muda peduli dan siap menjadi garda terdepan demi mewujudkan Bantul Bebas Sampah. Hal ini nantinya dapat menjadi momentum penting, bukan hanya demi tercapainya visi 2025, tapi juga demi terciptanya budaya hidup bersih dan sehat yang terus diwariskan kepada generasi selanjutnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow