Dari Air Bersih hingga Klinik Lansia, UMY Wujudkan Komitmen Keberlanjutan
Yogyakarta - Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag., memaparkan capaian universitas pada tiga indikator Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDGs 6 (Clean Water and Sanitation), SDGs 4 (Quality Education), dan SDGs 3 (Good Health and Well-Being). Paparan tersebut disampaikan dalam peluncuran Sustainability Report 2024 UMY yang digelar Jumat (26/9) di Ruang Sidang Utama Gedung AR. Fachrudin A lantai 5, Kampus Terpadu UMY.
Pada SDGs 6, UMY tercatat berada di peringkat 301–400 dunia. Menurut Prof. Zuly, capaian ini menunjukkan komitmen serius kampus dalam menjamin akses air bersih dan sanitasi yang layak.
“Alhamdulillah, UMY masuk peringkat 301–400 dunia untuk aspek air bersih dan sanitasi. Ini pencapaian yang baik karena kompetisi dengan kampus dunia sangat ketat. UMY telah membangun sistem drainase ramah lingkungan, sumur resapan, hingga mineral water station gratis bagi mahasiswa dan karyawan,” jelasnya.
Di bidang riset, UMY mendanai 32 penelitian senilai Rp633 juta bersama tujuh negara, dengan fokus pada inovasi pengelolaan air, termasuk Smart Water Irrigation dan sensor debit air sungai berbasis IoT. Sementara itu, 34 program pengabdian masyarakat telah dijalankan, mulai dari pipanisasi, pembangunan sumur bor, hingga pelatihan pembuatan eco enzyme.
Untuk SDGs 4 mengenai pendidikan berkualitas, UMY berada pada peringkat 401–600 dunia. Prof. Zuly menegaskan bahwa pendidikan di UMY bersifat inklusif, inovatif, dan berpihak pada kelompok rentan. Ia juga menyoroti keragaman mahasiswa di kampus.
“Sekarang kami memiliki lebih dari 159 mahasiswa asing, serta lebih dari 60 mahasiswa non-Muslim dari berbagai latar belakang agama, seperti Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Itu menunjukkan bahwa UMY benar-benar inklusif, baik dari segi agama maupun etnis,” ujarnya.
Riset terkait pendidikan juga terus dikembangkan. Hingga 2024, tercatat 184 penelitian dengan total pendanaan Rp4,2 miliar berfokus pada pendidikan inklusif, literasi digital, dan pembelajaran inovatif, berkolaborasi dengan 13 negara. Dari sisi pengabdian, 236 program senilai Rp3,11 miliar dijalankan untuk memperkuat dampak pendidikan bagi masyarakat.
Sementara itu, pada SDGs 3 tentang kesehatan, UMY juga menempati peringkat 401–600 dunia. Prof. Zuly menekankan bahwa kampus memiliki tiga instalasi kesehatan, yaitu RS AMC Muhammadiyah, Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM), dan Klinik Pratama Firdaus, yang didukung oleh RS PKU Muhammadiyah Gamping sebagai mitra strategis.
Pendanaan riset di bidang kesehatan mencapai lebih dari Rp4,9 miliar dengan kolaborasi bersama 14 negara. Fokus penelitian mencakup sistem peringatan dini stunting, teknologi laser-acupressure, hingga pemanfaatan AI dalam deteksi dini penyakit jantung.
Tak hanya riset, UMY juga mengimplementasikan lebih dari 230 program pengabdian masyarakat senilai Rp2,7 miliar di bidang kesehatan. Program tersebut meliputi klinik keliling lansia, sekolah sehat berbasis PHBS, hingga pendampingan Posyandu.
“Alhamdulillah, ada klinik-klinik lansia yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Jadi, jika ada orang tua dari bapak-ibu di rumah, mereka dapat mengakses fasilitas kesehatan ini,” tutup Prof. Zuly di hadapan puluhan jurnalis yang hadir dalam kegiatan tersebut. (Mut)
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow