Bangladesh Dorong Penguatan Kerja Sama Ekonomi Sektoral dengan Indonesia
YOGYA - Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia, Md. Tarikul Islam menekankan pentingnya penguatan kerja sama ekonomi sektoral dengan Indonesia sebagai pilar utama hubungan bilateral kedua negara. Hal tersebut disampaikannya dalam agenda Guest Lecture yang digelar oleh prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Rabu (24/12).
Tarikul Islam menjelaskan bahwa hubungan ekonomi Indonesia-Bangladesh terus berkembang, namun masih menyimpan potensi besar yang belum sepenuhnya dimaksimalkan khususnya dalam sektor energi, pertanian, industri, dan konektivitas.
“Kerja sama ekonomi menjadi salah satu fokus utama hubungan bilateral Bangladesh dan Indonesia. Kami melihat banyak peluang konkret yang dapat dikembangkan untuk kepentingan bersama,” ujarnya dihadapan mahasiswa UMY.
Salah satu sektor yang disoroti adalah energi dan ketenagalistrikan. Bangladesh dan Indonesia, menurut Tarikul Islam, telah membentuk joint working group di bidang energi dan listrik untuk memperkuat kolaborasi, mulai dari pengembangan infrastruktur energi, pemanfaatan energi terbarukan, hingga kerja sama eksplorasi minyak dan gas.
Selain energi, pertanian dan ketahanan pangan juga menjadi sektor strategis dalam hubungan kedua negara. Telah terjalin pula kerja sama dalam pengembangan industri pangan, keamanan pangan, serta pertukaran pengetahuan di bidang regulasi dan teknologi pertanian. Kolaborasi ini dinilai penting untuk menjawab tantangan global terkait pangan dan keberlanjutan.
Tarikul Islam juga menyoroti ketimpangan neraca perdagangan antara Bangladesh dan Indonesia. Saat ini, nilai impor Bangladesh dari Indonesia mencapai sekitar USD 3,5 miliar, sementara ekspor Bangladesh ke Indonesia masih berada pada kisaran USD 100-200 juta.
“Kami menyadari masih adanya ketimpangan perdagangan. Karena itu, Bangladesh mendorong pembahasan Preferential Trade Agreement sebagai salah satu instrumen untuk memperluas akses pasar dan mendorong perdagangan yang lebih seimbang,” jelasnya.
Menurutnya, Bangladesh memiliki potensi ekspor yang dapat dikembangkan di pasar Indonesia mulai dari produk garmen, farmasi, tekstil rumah tangga, hingga produk berbasis kulit dan jute. Namun, optimalisasi potensi tersebut membutuhkan kerangka kerja sama perdagangan yang lebih kondusif.
Pentingnya memperkuat nilai investasi juga menjadi sorotan dalam kerja sama perdagangan. Tarikul Islam menyebut mulai tumbuhnya minat perusahaan Indonesia untuk berinvestasi di Bangladesh sebagai sinyal positif hubungan ekonomi kedua negara. Beberapa perusahaan Indonesia telah merelokasi atau mengembangkan usahanya di Bangladesh, terutama di sektor ritel, manufaktur, dan energi.
Melalui forum akademik ini, Tarikul Islam menegaskan bahwa hubungan ekonomi bilateral tidak hanya dibangun melalui perjanjian antar pemerintah, tetapi juga melalui dialog terbuka dengan akademisi dan mahasiswa sebagai bagian dari diplomasi ekonomi yang inklusif. (ID)
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow