57 Siswa Ikuti Pesta Literasi LAZISMU UMY, Perpustakaan Jadi Ruang 'Ajaib' Tumbuhkan Imajinasi

57 Siswa Ikuti Pesta Literasi LAZISMU UMY, Perpustakaan Jadi Ruang 'Ajaib' Tumbuhkan Imajinasi

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Sebanyak 57 siswa dari enam sekolah mitra Perpustakaan Keliling LAZISMU Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengikuti Lomba Pesta Literasi bertajuk “Aku dan Perpustakaan Ajaibku” di Perpustakaan UMY, Rabu (12/2).

Kegiatan yang digelar untuk pertama kalinya ini menjadi langkah konkret memperkuat budaya literasi sejak dini. Tak sekadar agenda lomba, Pesta Literasi menegaskan bahwa gerakan filantropi dapat bertransformasi menjadi investasi pendidikan jangka panjang.

Tiga cabang lomba dipertandingkan, yakni mewarnai, cipta puisi, dan berkisah. Seluruh peserta merupakan siswa sekolah dasar yang selama ini menjadi mitra layanan Perpustakaan Keliling LAZISMU UMY.

Manajer Eksekutif LAZISMU UMY, Rozikan, M.S.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan minat baca sekaligus menjadikan perpustakaan keliling sebagai sahabat anak-anak.

“Pesta Literasi merupakan program perdana sebagai bagian dari pengembangan layanan Perpustakaan Keliling. Tentu akan kami evaluasi. Jika layanan ini terus berjalan, lomba akan rutin diadakan setiap tahun,” ujarnya.

Rozikan berharap keberlanjutan program literasi ini dapat menjadi warisan kebaikan yang terus memberi manfaat bagi generasi muda.

Dari sisi perlombaan, panitia menghadirkan dewan juri dari berbagai latar belakang untuk memastikan penilaian berlangsung objektif dan profesional. Aspek yang dinilai meliputi kreativitas, keberanian tampil, serta kekuatan pesan yang disampaikan peserta.

Mewakili Perpustakaan UMY, Kepala Urusan Layanan Perpustakaan UMY, Arda Putri Winata, M.A., menekankan bahwa perpustakaan bukan sekadar ruang penyimpanan buku, melainkan ruang imajinasi dan pembentukan karakter.

“Kenapa temanya disebut perpustakaan ajaib? Bukan karena gedungnya, tetapi karena kita bisa menjadi apa saja ketika membaca buku,” tuturnya di hadapan para peserta.

Ia menambahkan, melalui buku anak-anak dapat menjelajah dunia, mengenal tokoh-tokoh besar, hingga membangun cita-cita mereka sendiri.

Arda juga memperkenalkan fasilitas Perpustakaan UMY yang terbuka bagi pemustaka eksternal, termasuk guru dan sekolah mitra. Kolaborasi antara perpustakaan kampus dan sekolah dasar diharapkan terus diperkuat demi membangun ekosistem literasi yang inklusif.

“Apapun hasilnya, adik-adik sudah menjadi juara karena berani datang dan berpartisipasi,” tambahnya memberi semangat.

Ke depan, LAZISMU UMY berencana memperluas Pesta Literasi hingga tingkat kabupaten bahkan provinsi di Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai bagian dari komitmen memperkuat gerakan literasi berbasis kolaborasi dan filantropi pendidikan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow