UMY Siap Jadi Kampus Inklusif yang Perkuat Inovasi, Industri, dan Infrastruktur

UMY Siap Jadi Kampus Inklusif yang Perkuat Inovasi, Industri, dan Infrastruktur

Smallest Font
Largest Font

Yogyakarta - Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Med. dr. Supriyatiningsih, Sp.OG., M.Kes., menegaskan komitmen UMY untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 9 dan 10, yaitu industri, inovasi, infrastruktur, serta upaya mengatasi ketimpangan.

Menurut perempuan yang akrab disapa Dokter Upi ini, isu industrialisasi dan inovasi semakin mendapat perhatian dalam lima tahun terakhir.

“Mungkin Bapak dan Ibu sering mendengar istilah industrialization, innovation, infrastructure development. Inilah yang UMY lakukan. Alhamdulillah, untuk SDGs ini kami berada di peringkat 401–600 dunia,” ujarnya dalam acara Launching Sustainability Report 2024 UMY di Ruang Sidang AR. Fachrudin A lantai 5, Jumat (26/9).

UMY membangun tata kelola inovasi dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan. Salah satunya melalui kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), dengan rutin menggelar lokakarya agar karya riset dosen dan mahasiswa terdaftar serta memberi kontribusi nyata bagi bangsa.

Selain itu, UMY juga menjalin kolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, khususnya Kadin DIY.

“Kami beberapa kali berdiskusi dengan Gusti Mangkubumi, yang juga aktif di Kadin DIY, tentang bagaimana perguruan tinggi bisa meningkatkan kapasitas industri dan inovasi daerah. Beliau menilai kontribusi UMY sangat bermanfaat,” jelasnya.

Di sisi infrastruktur, UMY menghadirkan Student Dormitory dengan standar setara hotel bintang empat, yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga ruang aktivitas akademik dan pengembangan diri. Selain itu, gedung workshop dan riset terpadu serta gedung jurnalistik turut disiapkan untuk mendukung ekosistem inovasi mahasiswa.

Dalam bidang riset, UMY mengalokasikan Rp4,9 miliar untuk 203 penelitian internal, bekerja sama dengan 107 mitra internasional. Arah riset kini tidak hanya berorientasi pada publikasi akademik, tetapi juga pada solusi nyata terhadap isu sosial, teknologi, dan kebutuhan masyarakat lintas disiplin.

“Kami sadar, riset hari ini tidak bisa lagi dikerjakan dalam sekat-sekat ilmu. Dosen kesehatan bisa berkolaborasi dengan teknik, hukum, atau ekonomi untuk menyelesaikan persoalan riil masyarakat,” ungkapnya.

UMY juga memperkuat hilirisasi riset melalui inkubator bisnis dan pengembangan startup mahasiswa. Lebih dari 67 program pengabdian masyarakat dengan total dana Rp864 juta diarahkan pada pemberdayaan publik, termasuk kolaborasi dengan Dinas Koperasi DIY dalam program Koperasi Merah Putih.

Pada SDGs 10, yaitu mengurangi ketimpangan, UMY saat ini berada di peringkat 601–800 dunia. Dokter Upi menekankan pentingnya tata kelola kampus yang inklusif dan berpihak pada kelompok rentan.

“Alhamdulillah, kami bertekad mendorong peringkat ini naik ke 400, 200, bahkan 100 dunia. Prinsipnya sederhana: Good governance, beasiswa bagi yang membutuhkan, serta pengabdian masyarakat yang menyentuh kelompok marjinal,” tegasnya.

UMY telah mengalokasikan Rp1,39 miliar untuk 71 penelitian terkait isu kesetaraan, keadilan sosial, ekonomi, hingga hak inklusi. Sebanyak 28 program pengabdian masyarakat senilai Rp415 juta menyasar kelompok disabilitas, panti asuhan, rumah jompo, hingga pemberdayaan perempuan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa UMY ramah terhadap keberagaman dan inklusi. Tidak boleh ada perbedaan yang membuat seseorang tertinggal. Karena itu, isu kesetaraan juga kami masukkan dalam materi kuliah dan program KKN mahasiswa,” tambahnya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa peringkat hanyalah bonus. Bagi UMY, yang terpenting adalah dampak nyata bagi masyarakat.

“Bukan sekadar ranking, tapi bukti bahwa kita terus meningkatkan kemampuan dari apa yang sudah dicapai,” pungkasnya. (Mut)

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow