KKN UAD Bersama Ibu-ibu Kadilangu Ubah Minyak Jelantah Jadi Sabun Rumah Tangga

KKN UAD Bersama Ibu-ibu Kadilangu Ubah Minyak Jelantah Jadi Sabun Rumah Tangga

Smallest Font
Largest Font

KULON PROGO — Minyak jelantah yang selama ini kerap berakhir sebagai limbah rumah tangga dikenalkan sebagai bahan yang masih dapat dimanfaatkan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit VI.C.3 bersama ibu-ibu PKK Padukuhan Pasir Kadilangu, Kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, mengolah minyak jelantah menjadi sabun untuk kebutuhan pembersihan rumah tangga.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (8/9) tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN UAD untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga. Minyak jelantah yang masih kerap dimanfaatkan sebagai pemantik api atau dibuang begitu saja ke lingkungan diperkenalkan sebagai bahan yang dapat diolah kembali agar memiliki nilai guna.

Ketua Unit VI.C.3 KKN UAD, Saad Zaaghi, mengatakan program tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif sederhana bagi masyarakat dalam mengurangi limbah minyak jelantah.

“Harapannya melalui program ini masyarakat dapat berpartisipasi dalam mengurangi limbah yang dibuang ke alam. Selain itu, harapannya adalah dapat menjadi opsi dalam mengatasi limbah yang terlalu banyak,” ujar Saad.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UAD tidak hanya memberikan penjelasan, tetapi juga mengajak peserta mengikuti praktik pembuatan sabun secara langsung. Peserta diperkenalkan dengan sejumlah bahan yang digunakan, di antaranya minyak jelantah, minyak kelapa, air, dan soda api atau natrium hidroksida (NaOH).

Mahasiswa kemudian mendemonstrasikan tahapan pengolahan bahan hingga menjadi sabun. Minyak jelantah dan minyak kelapa dicampurkan dengan perbandingan 1:2. Selanjutnya, NaOH dilarutkan dengan air sebelum dicampurkan ke dalam minyak.

Campuran tersebut kemudian diaduk menggunakan blender hingga mencapai konsistensi yang sesuai. Setelah itu, adonan dituangkan ke dalam cetakan dan didiamkan hingga proses saponifikasi berlangsung dan sabun mengeras.

Aspek keselamatan menjadi perhatian selama praktik. Mahasiswa memberikan pemahaman mengenai penanganan NaOH yang bersifat korosif serta pentingnya menggunakan alat pelindung diri yang sesuai. Proses pencampuran dilakukan secara hati-hati untuk mengurangi risiko paparan bahan kimia.

Sabun yang dihasilkan dalam kegiatan tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan pembersihan rumah tangga, seperti mencuci pel dan lap. Mahasiswa juga menegaskan bahwa sabun berbahan minyak jelantah tersebut bukan untuk digunakan sebagai sabun mandi.

Ketua PKK Padukuhan Pasir Kadilangu mengapresiasi kegiatan yang dinilai memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat.

“Program pembuatan sabun dari minyak jelantah ini sangat bagus dan kreatif. Kami jadi tahu cara memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi barang yang berguna dan sedikit mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah rumah tangga. Terima kasih adik-adik KKN UAD atas ilmunya,” ujarnya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program KKN UAD Unit VI.C.3 di Padukuhan Pasir Kadilangu. Melalui edukasi dan praktik langsung, mahasiswa berharap masyarakat semakin terbiasa mengelola limbah rumah tangga secara bijak serta memiliki alternatif pemanfaatan minyak jelantah sebelum dibuang ke lingkungan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    6
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    1
    Wow