Kampus

Kampus

MediaMU.COM

Jun 25, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Mengembangkan Ekonomi Syari’ah Melalui Pesantren Entrepreneur

BANTUL — Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan pengembangan santripreneur berbasis keperasi syariah (BMT) kepada para santri di Pondok Pesantren Ekonomi Syari’ah Budhi Darma, Piyungan, Kabupaten Bantul. Program dilakukan karena rendahnya literasi keuangan syari’ah para santri dengan berbagai latar belakang serta kurangnya fasilitas yang memadai untuk praktik keuangan syari’ah seperti ruang bank mikro syari’ah atau BMT.

Menurut ketua tim pengabdian, Dr. Ayif Fathurrahman, M.Si,, SMK Budi Dharma Boarding School sebenarnya telah berkomitmen menjadi pesantren entrepreneurship berbasis ekonomi syari’ah. Namun komitmen kuat itu belum terealisasi secara maksimal.

“Dalam hal materi pembelajaran, untuk aspek kompetensi pada lembaga keuangan mikro syari’ah masih belum menjadi pokok materi wajib. Pendidikan kewirausahaan atau perkoperasian syari’ah (BMT) belum diadakan, sehingga mereka belum memiliki motivasi dalam berwirausaha syari’ah melalui BMT,” jelasnya, Jum’at 7 Agustus 2020.

Berkaitan dengan itu, Ayif bersama tim menawarkan solusi melalui program yang dicanangkan. Tim melakukan pendampingan untuk meningkatkan pemahaman para santri tentang BMT, melakukan praktik dan pelatihan tentang BMT untuk mendongkrak kepercayaan masyarakat terhadap pondok pesantren ini. Dengan begitu, hal ini akan membantu mereka untuk berkembang menjadi pesantren entrepreneurship berbasis ekonomi syari’ah.

Program yang dijalankan Ayif beserta tim memperoleh hasil memuaskan. Pemahaman para pengurus pesantren dan santri tentang BMT dan cara operasionalnya meningkat. Partisipasi guru juga meningkat dalam pengembangan pondok pesantren, yang berdampak pada optimalisasi potensi ekonomi melalui kegiatan pondok.

Diharapkan, dengan pengabdian ini bisa membangun satu sistem pendidikan dan pelatihan kewirausahaan syari’ah yang terintegrasi dengan pengembangan koperasi syari’ah atau BMT pondok pesantren. “Hal ini selaras dengan keinginan pondok sebagai pesantren entrepreneur berbasis ekonomi syari’ah, yang bisa mengaji, berprestasi, dan mandiri,” katatanya. (*)


Sumber berita: Rilis Biro Humas dan Protokol UMY

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here