Kampus

Kampus

MediaMU.COM

May 26, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

KKN UAD Adakan Program Pangan Lestari di Jatisari, Playen

GUNUNGKIDUL – Mahasiswa UAD (Universitas Ahmad Dahlan) yang tergabung dalam KKN (Kuliah Kerja Nyata) Reguler periode 101 unit XXI.D.1 mengadakan program Pangan Lestari di Padukuhan Jatisari, Playen, Gunungkidul. Materinya terkait keamanan pangan dan pencegahan stunting pada anak di bawah usia lima tahun (Balita). Sasaran program adalah ibu-ibu dan balita di Padukuhan Jatisari. Acara berlangsung hari Senin (13/2) di Balai Dusun Jatisari.

Program untuk mendukung Pemerintah DIY menekan angka stunting. Pembicaranya adalah Bella Audina Sari, S.K.M., dari UPT Puskesmas Playen 1. Puskesmas ini diberi tanggung jawab mengatasi masalah gizi di Desa Playen. Pembicara menyampaikan materi gejala stunting serta pentingnya asupan untuk mencegah stunting.

Gejala stunting di antaranya adalah anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya tetapi bukan genetik. Proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda/kecil dari usianya, berat badan rendah dari anak seusianya, dan pertumbuhan tulang tertunda.

Bella Audina juga menyampaikan hal terkait pencegahan stunting dengan memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil, memberi ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan, mendampingi ASI eksklusif dengan MPASI sehat, terus memantau tumbuh kembang anak. Adapun tips ABCDE yaitu (A) Aktif minum tablet tambah darah (TTD), (B) Bumil teratur periksa kehamilan minimal 6 kali, (C) Cukupi konsumsi protein hewani, (D) Datang ke posyandu setiap bulan, dan (E) Eksklusif ASI 6 bulan.

Pembicara juga melakukan penyuluhan mengenai Keamanan Pangan Rumah Tangga. Tujuannya agar masyarakat Padukuhan Jatisari terutama pada ibu rumah tangga menyadari pentingnya memahami penyimpanan dan pengolahan pangan yang benar agar makanan tidak mudah terkontaminasi dan menjadi toxic. Sanitasi atau kebersihan dalam pangan juga sangat diterapkan.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menetapkan 5 kunci keamanan pangan yang harus dilakukan sehingga bisa terhindar dari berbagai penyakit bawaan pangan. Lima kunci tersebut adalah menjaga pangan pada suhu aman, menjaga kebersihan, masak dengan benar, memisahkan makanan matang dan mentah, serta menggunakan air dan bahan baku aman.

Pada akhir sesi, dibagikan makanan bergizi berupa telur dan kacang hijau dari pemerintah melalui puskesmas dan bhabinkamtibmas yang kemudian diberikan ke masyarakat melalui acara ini. Makanan bergizi tersebut ditambahkan buah serta susu dari KKN.

Bhabinkamtibmas, Agus Riyadi, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Selain mendukung pemerintah acara ini juga menjaga kesehatan masyarakatnya serta menjalin tali silaturahmi antara mahasiswa KKN dengan masyarakat.

“Program ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu yang memiliki anak balita sehingga mereka lebih memahami serta memperhatikan kesehatan serta tumbuh kembang anaknya,” katanya.

Program ini mendapatkan respons positif masyarakat, terlihat dari keikutsertaan dan adanya tanya jawab terkait topik. KKN UAD 101 unit XXI.D.1 berharap materi yang disampaikan dapat diimplementasikan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. (*)


Materi ini diterima mediamu.com dari KKN UAD 101 unit XXI.D.1.

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here