Kampus

Kampus

MediaMU.COM

Jun 25, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Inilah KKN Reguler untuk Bangkitkan Ekonomi di Masa Pandemi

BANTUL — Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) secara simbolis menerjunkan 1.571 mahasiswa untuk menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler, Rabu 29 Juli 2020. Acara berlangsung di selasar Gedung Perpustakaan Lantai 1 Perpustakaan UMY. Tema kali ini adalah pendampingan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) sebagai Upaya Membangkitkan Lagi Perekonomian Indonesia karena Dampak Pandemi Covid-19.

Menteri Koperasi dan UMKM, Drs. Teten Masduki, melalui tayangan video conference dan secara live ditayangkan melalui kanal Instagram UMYogya serta Youtube, mengatakan sangat menyambut baik ide UMY untuk menerjunkan mahasiswa KKN dalam membantu sektor UMKM.

“Kementerian Koperasi dan UMKM menyambut baik konsep KKN Reguler UMY dengan tema pemberdayaan UMKM. Kita perlu bersama-sama melihat dan mengatasi masalah yang terjadi pada sektor bisnis yang berbasis UMKM apalagi sekarang terdampak pandemi Covid-19. Mahasiswa dapat membantu UMKM dari segi target pasar, pengemasan, produksi barang, dan pemasaran yang lebih kreatif, apalagi mahasiswa sekarang disebut sebagai kaum milenial yang diharapkan mampu memanfaatkan teknologi dengan baik dan lebih kreatif,” ujar Teten.

Program KKN Reguler tahun ini berbasis IT, segala bentuk kegiatan tidak akan jauh dengan penggunaan jaringan internet. Kendati begitu, Dr. Ir. Gatot Supangkat, M.P., IPM mengungkapkan tak menutup kemungkinan selama pelaksanaan kegiatan akan dilakukan secara luring (luar jaringan).

“Frekuensi interaksi mahasiswa dengan masyarakat tidak akan terlalu sering, tergantung dengan status daerah yang mahasiswa tempati untuk KKN ini. Lokasi-lokasi yang sudah kami tentukan berada pada aksesibilitas internetnya bagus. Kelompok KKN mungkin dapat mengunjungi tempat UMKM satu kali saja,” tutur kepala LP3M UMY itu.

Ada 250 UMKM mitra UMY untuk pelaksanaan KKN Reguler tahun ini, dan 220 kelompok mahasiswa terbagi di 33 provinsi seluruh Indonesia dengan penentuan kelompoknya dilakukan sepenuhnya oleh LP3M UMY. Setiap kelompok diisi 8-10 mahasiswa untuk membina dua UMKM di tempat yang telah ditentukan.

Gatot menekankan komunikasi menjadi hal penting dalam pelaksanaan KKN Reguler berbasis IT ini. “Karena kondisi seperti ini, komunikasi menjadi andalan, baik antara Dosen Pembimbing Lapangan dengan Mahasiswa, atau Mahasiswa dengan UMKM,” jelasnya.

Dalam penerjunan ini juga dilakukan launching saluran Podcast LP3M UMY yang dikhususkan dan difokuskan membahas mengenai UMKM. (*)


Sumber berita: Rilis Biro Humas dan Protokol UMY

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here